Kamis, 10 Mei 2012

Kumpulan Quote Elegan Saya dari Twitter

Rasa-rasanya sayang sekali kalau sampai kalimat-kalimat elegan yang saya katakan di jejaring sosial sampai terlupa atau bahkan hilang. jadi akhirnya saya kumpulkan sedikit demi sedkit untuk kemudian diposting kembali agar sedikit banyak ada hal2 yang bisa kita pelajari. rencananya sih kalau terkumpul semua akan saya jadikan kitab hahahah.... :D

Pin bikinan sendiri, Artinya jangan peduli anda dikatain kamseupay, karena menjadi diri seniri itu lebih membahagiakan dariapa berpura-pura menjadi trendy spt orang lain tapi pasaran. :D


sesungguhnya bikin boyben lebih mulia daripada bikin geng motor (kitab Eleganisme: boyben 14)

sesungguhnya Morgan sm*sh itu lebih mulia daripada anggota geng motor (kitab eleganisme: boyben 15)

cintailah morgan smash, sesungguhnya itu lebih baik bagimu daripada memuja geng motor (kitab Eleganisme: Boyben 16)

lebih baik bagimu memastikan keaslian pensil 2Bmu sebelum hari H ujian nasional (kitab eleganisme: siswa mengenaskan 3)

sesungguhnya belajar sebelum ujian itu lebih mulia daripada browsing internet nyari bocoran (kitab eleganisme: siswa mengenaskan 2)

tak spt geng motor, sesungguhnya tak perlu punya motor dan merusak minimarket untuk membuat boyband (kitab eleganisme: boyben 17)

sesungguhnya cherrybele adalah penyebar virus unyu2 dan geng motor adalah penyebar kebencian (kitab eleganisme: cherrybele 12)

rautlah pensil 2Bmu yang baru sebelum mengerjakan ujian nasional (kitab eleganisme: siswa mengenaskan 5)

konsekuensi dari "Talk more" adalah "Do More" (kitab eleganisme: Mb*cot 14)

sexy adalah sikap, terkadang perut buncit gudang lemak mengalahkan perut rata ala papan penggilesan (kitab eleganisme: Pamela Anderson 2)

sok gaul tapi aslinya gag punya teman itu lebih menyedihkan daripada cupu tapi famous (kitab eleganisme: femes 6)

yah, namanya puspus (kuning putih) dan trimbil (hitam putih). kucing kampung yang bahkan saya pungut dari jalan. intinya, kucing saya ini membanggakan karena meski bukan kucing ras yg mahal mereka berdua kucing yang menggemaskan dan saya bangga karena saya tidak mendukung ternak kucing diamana kucing highclass dipaksa berkembang biak sedangkan kucing2 kampung dibiarkan tak terurus di jalan.


lebih baik dibilang bodoh daripada dibilang pintar tapi gag tahu apa2... (kitab eleganisme: Sotoy 3)
tidak ada pria yang tercipta tidak tampan, masalahnya cuma cara memahami ketampanannya beda2 (kitab eleganisme: Tukul 1)

klo banyak orang bilang anda jelek itu berarti tidak sembarang orang bisa memahami ketampanan anda (kitab eleganisme: tukul 2)

mungkin anda makin tampan (menurut umum) dg operasi plastik tapi kita semua tahu yg alami adalah yg terbaik (kitab eleganisme: tukul 3)

andaikan tukul ganteng seperti irfan bachdim mungkin dia tak laku jadi pelawak, pelawak kok ganteng (kitab eleganisme: tukul 4)

tukul jelek sebagai foto model atau bintang sinetron tapi di dunia lawak dia tampan bagai christian sugiono (kitab eleganisme: tukul 5)

bisa kau bayangkan betapa anehnya Sule dengan hidung mancung, lagi2 yang alami yg terbaik (kitab eleganisme: tukul 6)

sesungguhnya kulit putih itu menderita di bawah terik mentari, syukuri warna kulit aslimu (kitab eleganisme: tukul 7)

sesungguhnya para pria yang dicap bermuka jelek memiliki kesempatan berjodoh sama dg yg dianggap tampan (kitab eleganisme: tukul 8)

orang2 femes di socmed kebanyak tak ganteng(secara umum) yg berarti semua orang bisa femes (kitab eleganisme:tukul 10)

petuah anak kos: Pengen membakar lemak? Lupakan Laundry kiloan! (Kitab Eleganisme: sehat murah sakit mahal 2)

mencuci pakaian yg menggunung selama 3 minggu itu lebih capek daripada fitnes 1 jam (kitab eleganisme: sehat murah sakit mahal 3)

G ad yg namanya trully happy ending ato sad ending,yg ad cm bgmna km mnemukan alasan bahwa itu happy ending. (kitab Eleganisme:hell yeah 1)

kata orang itu pertimbangan, tetap saja kamu harus melakukan apa yg kamu mau bukan yg orang lain mau (kitab eleganisme: hell yeah 2)

langgarlah sbuah aturan buatan manusia jika aturan itu G memberikan manfaat bahkan hanya memberikan masalah (kitab eleganisme:hell yeah 3)

Hape cina itu jual fitur, bukan merk, makanya murah meriah, soal kualitas sama2 garansi setahun kan (kitab eleganisme: HP cina)

HP cina itu HPnya para manusia yang gag terlalu mentingin gengsi (kitab eleganisme: HP cina 2)

HP cina sahabat masyarakat low end yang tetap bersyukur punya hape canggih dg harga terjangkau (kitab eleganisme: HP cina 3)

HP Cina adalah simbol perlawanan terhadap gengsi (kitab eleganisme: HP Cina 4)

HP cina tidak pernah sok jual mahal meski fiturnya bejibun, low profile, anti sombong (kitab eleganisme: HP Cina 5)

HP Cina yang ada TVnya emang gag terbantahkan kehebatannya, murah bukan masalah (kitab eleganisme: HP cina 6)

Tanaman mahkota dewa. siapa sangka buah kecil dengan warna merah menarik ini beracun sekali. kala mau tahu, getahnya saja bisa bikin melepuh. tapiiii... dengan pengolahan yang benar. setelah dikeringkan dagingnya dan dihilangkan getahnya, buah ini menjadi buah yang sangat berkhasiat untuk beberapa penyakit kronis. intinya, di muka bumi ini tidak ada obat atau racum, yang ada hanya "sesuatu yang tepat untuk mengobati=obat dan sesuatu yang tepat untuk meracuni=racun"


orang pamer itu sudah jelas: selalu mengarahkan pembicaraan pada hal yg membuatnya terlihat lebih hebat (kitab eleganisme: pamer 1)

hasil karya orang lain bisa dicopi lalu diklaim sbg milik sendiri tapi otak orang lain itu gag bisa dicopi (kitab eleganisme: plaggy 1)

waktu sekolah cuma ngejar nilai, udah kerja apapun dihalalkan untuk mengejar uang (kitab eleganisme: pintar bukan ranking 1)

banyak anak2 yg ranking satu gedenya cuma jadi karyawan tapi yg juru konci jadi boss (kitab eleganisme: cerdas bukan rangking 1)

nilai cuma indikator ketercapaian hasil belajar bukan penentu pintar bodoh (dosenku, bu jenny: 2009)

komandan koboi itu gag salah kok, bukankah aksi yg efektif lebih penting daripada taat aturan tapi tiada hasil (kitab elegan: aksi 1)

sesungguhnya menjadi 4lAy itu jauh lebih baik daripada jadi anggota geng motor (kitab eleganisme: 4LaY 1)

sesungguhnya anak 4Lay yg penuh optimisme itu jauh lebih baik dari pemuda bukan alay tp hoby galau (kitab eleganisme: 4LaY 2)

tanaman cantik ini emang bukan bunga dengan harga jual mahal. tapi mereka emang cantik, siapa peduli kalau mereka cuma semak. kalau cantik mah cantik aja.

 
jika orang 4LaY itu berlebihan maka orang hoby galau itu pembawa hawa negatif pada mood orang sekitar (kitab eleganisme: 4LaY 5)

orang 4LaY mungkin norak tapi membawa warna kehidupan sedang orang hoby galau pembawa kegelapan jiwa (kitab eleganisme: 4LaY 6)

Sesungguhnya iklan pemutih kulit di Indonesia itu rasisme tapi sayangnya banyak yg suka (kitab eleganisme: Black is sweet 1)

jadilah lagu dangdut, meski lagunya sedih tapi semua bergembira menikmati irama goyangannya (kitab eleganisme: Dangdut 1)

memanfaatkan orang susah demi kepentingan pribadi yang adalah pertanda anda bukan lagi manusia (kitab eleganisme: manasia? bukan 1)

Dua Jenis Guru (oleh Rhenald Kasali)


suatu pemikiran yang menjawab kenapa pendidikan di Indonesia tak maju2.
Tulisan menarik dari Rhenald Kasali di Seputar Indonesia (Kamis, 5 Mei 2011) untuk kita (terutama saya) renungkan.
Di Hari Pendidikan lalu, saya bertemu dua jenis guru. Guru pertama adalah guru kognitif, sedangkan guru kedua adalah guru kreatif. Guru kognitif sangat berpengetahuan.Mereka hafal segala macam rumus, banyak bicara, banyak memberi nasihat, sayangnya sedikit sekali mendengarkan.
Sebaliknya, guru kreatif lebih banyak tersenyum,namun tangan dan badannya bergerak aktif. Setiap kali diajak bicara dia mulai dengan mendengarkan, dan saat menjelaskan sesuatu, dia selalu mencari alat peraga.Entah itu tutup pulpen, botol plastik air mineral,kertas lipat,lidi,atau apa saja. Lantaran jumlahnya hanya sedikit, guru kreatif jarang diberi kesempatan berbicara. Dia tenggelam di antara puluhan guru kognitif yang bicaranya selalu melebar ke mana-mana. Mungkin karena guru kognitif tahu banyak, sedangkan guru kreatif berbuatnya lebih banyak.
Guru Kognitif
Guru kognitif hanya mengajar dengan mulutnya.Dia berbicara panjang lebar di depan siswa dengan menggunakan alat tulis. Guru-guru ini biasanya sangat bangga dengan murid-murid yang mendapat nilai tinggi. Guru ini juga bangga kepada siswanya yang disiplin belajar, rambutnya dipotong rapi, bajunya dimasukkan ke dalam celana atau rok, dan hafal semua yang dia ajarkan. Bagi guru-guru kognitif, pusat pembelajaran ada di kepala manusia, yaitu brain memory.Asumsinya, semakin banyak yang diketahui seseorang, semakin pintarlah orang itu.
Dan semakin pintar akan membuat seseorang memiliki masa depan yang lebih baik. Guru kognitif adalah guruguru yang sangat berdisiplin. Mereka sangat memegang aturan, atau meminjam istilah para birokrat (PNS),sangat patuh pada ”tupoksi”.Saya sering menyebut mereka sebagai guru kurikulum. Kalau di silabus tertulis buku yang diajarkan adalah buku ”x” dan babbab yang diberikan adalah bab satu sampai dua belas,mereka akan mengejarnya persis seperti itu sampai tuntas.
Karena ujian masuk perguruan tinggi adalah ujian rumus, guru-guru kognitif ini adalah kebanggaan bagi anakanak yang lolos masuk di kampus-kampus favorit.Kalau sekarang, mereka adalah kebanggaan bagi siswa-siswa peserta UN. Sayangnya, sekarang banyak ditemukan anak-anak yang cerdas secara kognitif sulit menemukan ”pintu” bagi masa depannya.Anak-anak ini tidak terlatih menembus barikade masa depan yang penuh rintangan, lebih dinamis ketimbang di masa lalu, kaya dengan persaingan, dan tahan banting.
Saya sering menyebut anakanak produk guru kognitif ini ibarat kereta api Jabodetabek yang hanya berjalan lebih cepat daripada kendaraan lain karena jalannya diproteksi,bebas rintangan. Beda benar dengan kereta supercepat Shinkanzen yang memang cepat. Yang satu hanya menaruh lokomotif di kepalanya,sedangkan yang satunya lagi, selain di kepala, lokomotif ada di atas seluruh roda besi dan relnya.

anak2 SDN 8 Wonogiri yang begitu antusias dengan guru yg elegan.. buahahah... narsis saya...

Guru Kreatif
Ini guru yang sering kali dianggap aneh di belantara guru-guru kognitif.Sudah jumlahnya sedikit, mereka sering kali kurang peduli dengan tupoksi dan silabus. Mereka biasanya juga sangat toleran terhadap perbedaan dan cara berpakaian siswa. Tetapi, mereka sebenarnya guru yang bisa mempersiapkan masa depan anak-anak didiknya.Mereka bukan sibuk mengisi kepala anak-anaknya dengan rumus-rumus, melainkan membongkar anak-anak didik itu dari segala belenggu yang mengikat mereka.
Belenggu- belenggu itu bisa jadi ditanam oleh para guru, orang tua, dan tradisi seperti tampak jelas dalam membuat gambar (pemandangan, gunung dua buah, matahari di antara keduanya, awan, sawah, dan seterusnya). Atau belenggu-belenggu lain yang justru mengantarkan anak-anak pada perilaku-perilaku selfish, ego-centrism,merasa paling benar,sulit bergaul, mudah panik, mudah tersinggung, kurang berbagi, dan seterusnya.
Guru-guru ini mengajarkan life skills, bukan sekadar soft skills, apalagi hard skill. Berbeda dengan guru kognitif yang tak punya waktu berbicara tentang kehidupan, mereka justru bercerita tentang kehidupan (context) yang didiami anak didik. Namun, lebih dari itu, mereka aktif menggunakan segala macam alat peraga. Bagi mereka, memori tak hanya ada di kepala, tapi juga ada di seluruh tubuh manusia.
Memori manusia yang kedua ini dalam biologi dikenal sebagai myelin dan para neuroscientistmodern menemukan myelin adalah lokomotif penggerak (muscle memory). Di dalam ilmu manajemen, myelin adalah faktor pembentuk harta tak kelihatan (intangibles) yang sangat vital seperti gestures, bahasa tubuh, kepercayaan, empati, keterampilan,disiplin diri,dan seterusnya.
Saat bertemu guru-guru kognitif, saya sempat bertanya apakah mereka menggunakan alat-alat peraga yang disediakan di sekolah? Saya terkejut, hampir semua dari mereka bilang tidak perlu, semua sudah jelas ada di buku. Beberapa di antara mereka bahkan tidak tahu bahwa sekolah sudah menyediakan mikroskop dan alatalat bantu lainnya. Sebaliknya,guru-guru kreatif mengatakan: ”Kalau tidak ada alat peraga,kita akan buat sendiri dari limbah.
Kalau perlu, kita ajak siswa turun ke lapangan mengunjungi lapangan. Kalau tak bisa mendatangkan Bapak ke dalam kelas, kita ajak siswa ke rumah Bapak,”ujarnya. Saya tertegun. Seperti itulah guru-guru yang sering saya temui di negara-negara maju. Di negara-negara maju lebih banyak guru kreatif daripada guru kognitif. Mereka tak bisa mencetak juara Olimpiade Matematika atau Fisika,tetapi mereka mampu membuat generasi muda menjadi inovator, entrepreneur, dan CEO besar.
Mereka kreatif dan membukakan jalan menuju masa depan. Saat membuat disertasi di University of Illinois, para guru besar saya bukan memaksa saya membuat tesis apa yang mereka inginkan, melainkan mereka menggali dalam-dalam minat dan objektif masa depan saya. Sewaktu saya bertanya, mereka menjawab begini: ”Anda tidak memaksakan badan Anda pada baju kami, kami hanya membantu setiap orang untuk membuat bajunya sendiri yang sesuai dengan kebutuhannya.” Selamat merayakan Hari Pendidikan dan jadilah guru yang mengantarkan kaum muda ke jendela masa depan mereka.

RHENALD KASALI
Ketua Program MM UI